Silaturahmi Halal Bi Halal PCM Jebres Surakarta

Silaturahmi Halal bi Halal PCM Jebres Surakarta Berlangsung Khidmat dan Penuh Hikmah

Surakarta, Kamis (16/4/2026) — Acara Silaturahmi Halal bi Halal Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jebres Surakarta diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan di Komplek Islamic Centre Muhammadiyah Kandangsapi. Kegiatan ini dimulai pada pukul 12.45 WIB dan dihadiri oleh segenap warga Muhammadiyah serta tamu undangan, guru SD, SMP, MtsM, MA, guru TK Bustanul Athfal.

Rangkaian acara dibuka oleh pembawa acara (MC) yang memandu jalannya kegiatan dengan tertib. Selanjutnya, suasana menjadi khusyuk saat pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang mengajak para hadirin untuk merenungi makna firman Allah di momentum Syawal yang penuh keberkahan.

Memasuki sesi sambutan, Ketua Panitia, Ibu Mar’atus Sholihah Isnaeni, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa Halal bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperbaiki hubungan antarsesama, serta memperkuat sinergi dalam dakwah Muhammadiyah di wilayah Jebres.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Ikrar Halal bi Halal yang dipimpin oleh Dr. Suharno. Seluruh hadirin berdiri bersama, mengucapkan ikrar dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Inti dari ikrar tersebut adalah saling memaafkan, membersihkan hati, serta berharap limpahan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT dalam suasana yang fitri.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PCM Jebres Surakarta, Bapak H. Bambang Condro Hariyadi, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan dalam menjalankan misi dakwah. Ia juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berkemajuan, berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, beliau mengingatkan agar semangat kebersamaan yang terbangun dalam Halal bi Halal ini dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Acara inti diisi dengan pengajian oleh Ustaz Pujiono, S.Si., M.Pd. yang menyampaikan materi dengan pendekatan kreatif melalui media boneka wayang golek. Tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam pertunjukan tersebut antara lain Muhammad Darwis (KH. Ahmad Dahlan), KH. Hasyim Asy’ari, dan RA. Kartini.

Dalam sesi ini, Ustaz Pujiono menghadirkan pitutur (nasihat) dalam balutan cerita berbahasa Jawa dengan latar suasana Ngayogyakarta:

“Ing sawijining dinten wonten ing Ngayogjokarto, para wayang golek sami nglumpuk. Kanjeng Muhammad Darwis ngendika kanthi alus, ‘Sedaya umat menika dipun ciptakaken beda-beda bangsa lan suku, kados ing Surat Al-Hujurat ayat 13, supados kita saged silih mangertosi, boten kangge padu utawi gumunggung.’

KH. Hasyim Asy’ari lajeng nambahi, ‘Negari Indonesia punika sugih lan kebak berkah. Mila sampun ngantos kita lali dhateng Gusti Allah, utaminipun kanthi nglestantunaken shalat jamaah wonten ing masjid.’

RA. Kartini lajeng matur kanthi sumringah, ‘Habis gelap terbitlah terang. Menawi umat Islam gelem sinau lan ngamalaken ajaranipun, mesthi gesangipun badhe pinaringan pepadhang lan kamulyan.’

Para wayang sami ngendika, ngajak umat supados tansah njagi iman, rukun, lan sregep ngibadah.’

Selanjutnya, melalui tokoh Muhammad Darwis, diceritakan perjalanan beliau dalam menuntut ilmu ke Mekkah dan Semarang. Setelah kembali ke Yogyakarta, beliau merasa prihatin melihat berbagai penyimpangan praktik keagamaan di masyarakat. Keresahan tersebut mendorong lahirnya gerakan pembaruan Islam yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Muhammadiyah.

Dalam ceritanya, dijelaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri berfokus pada pemurnian ajaran Islam, pendidikan, serta pelayanan sosial. Dakwah Muhammadiyah berkembang melalui pendirian sekolah, rumah sakit, dan berbagai amal usaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Hingga saat ini, Muhammadiyah terus berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.

Cerita ditutup dengan pesan bahwa perjuangan dakwah harus terus dilanjutkan oleh generasi penerus dengan semangat keikhlasan dan kebersamaan.

Ustaz Puji membawakan cerita ringan namun juga terdapat pesan Islam. Juga iringan musik agar hadirin bisa terbawa suasana. Tidak lupa ustaz Puji juga “Nembang” pitutur. Kemudian beliau juga menyampaikan bagaimana Tarjih Muhammadiyah memandang Seni Budaya/Tradisi dan musik, bahwa hal itu boleh, selagi tidak ada unsur menjauhkan dari Allah dan unsur pornografi.

Cerita pitutur wayang golek.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Pujiono. Para hadirin mengikuti dengan khusyuk, memohon keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Seluruh peserta yang hadir mengaku merasa senang dan mendapatkan banyak hikmah dari rangkaian acara, khususnya dari pengajian yang disampaikan secara menarik dan penuh makna. Momentum Halal bi Halal ini pun menjadi penguat silaturahmi sekaligus penyegar ruhani bagi seluruh warga yang hadir.

Penulis: Tim Humas SD Muh 6 Plus Solo