SD Muhammadiyah 6 Plus Solo kembali melaksanakan program pembelajaran luar kelas melalui kegiatan Outing Class Kokurikuler bagi siswa kelas 5A dan 5B pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar nyata kepada siswa melalui eksplorasi langsung di luar lingkungan sekolah. Dengan mengusung konsep belajar sambil berekreasi, outing class ini bertujuan memperluas wawasan peserta didik sekaligus memberikan suasana penyegaran agar proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

Kegiatan diawali sejak pukul 06.00 WIB dengan seluruh peserta berkumpul di sekolah untuk melakukan persiapan keberangkatan. Dengan didampingi guru kelas 5A Ibu Desti, guru kelas 5B Bapak Bagas, serta pendamping Bapak Sholihin dan Bapak Ryan, para siswa berangkat menuju Museum Manusia Purba Sangiran menggunakan armada wisata. Setibanya di lokasi, siswa mengikuti pembelajaran eksploratif dengan mengenal sejarah peradaban manusia purba, melihat koleksi fosil, serta memahami nilai-nilai sejarah yang menjadi bagian penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan di Museum Sangiran, siswa diajak belajar secara kontekstual agar mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Pembelajaran kokurikuler sendiri merupakan penguatan dari kegiatan intrakurikuler yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi peserta didik melalui pengalaman langsung, observasi, diskusi, dan refleksi. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga melatih rasa ingin tahu, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan sikap tanggung jawab selama mengikuti kegiatan.
Kepala SD Muhammadiyah 6 Plus Solo, Bapak Joko Haryanto, S.Sos., S.Pd., menyampaikan bahwa program outing class ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Menurut beliau, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, tetapi juga perlu dikembangkan melalui pengalaman nyata di lapangan agar siswa lebih mudah memahami materi sekaligus mendapatkan suasana refreshing yang sehat. Beliau menegaskan bahwa keseimbangan antara edukasi dan rekreasi menjadi kunci agar siswa tetap semangat belajar serta memiliki pengalaman yang berkesan selama menempuh pendidikan.
Setelah kegiatan pembelajaran di museum selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Alas Roso Resto – Selokaton Park untuk makan siang, beristirahat, dan melakukan kegiatan penyegaran bersama. Suasana kebersamaan tampak begitu hangat sepanjang kegiatan berlangsung. Outing Class Kokurikuler Kelas 5 ini diharapkan menjadi bekal pengalaman berharga bagi siswa untuk terus semangat belajar, memperluas wawasan, dan membangun karakter positif. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SD Muhammadiyah 6 Plus Solo kembali meneguhkan komitmennya sebagai sekolah yang menghadirkan pendidikan berkualitas, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan generasi Qur’ani, mandiri, serta visioner.
Penulis: Tim Humas SD Muh 6 Plus Solo





