Bulan Ramadan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan haus, melainkan “tamu agung” yang membawa segudang hadiah berupa pahala dan ampunan dari Allah SWT. Ibarat akan menghadapi pertandingan besar atau ujian sekolah, seorang Muslim tidak bisa datang begitu saja tanpa persiapan. Persiapan yang matang sejak dini (sejak bulan Rajab dan Sya’ban) akan menentukan seberapa berkualitas ibadah kita saat Ramadan tiba.
Problem Keseharian
Banyak dari kita, termasuk anak-anak, seringkali merasa “kaget” saat memasuki hari pertama Ramadan. Akibatnya, muncul beberapa kendala seperti:
- Tubuh terasa lemas karena belum terbiasa bangun sahur dan berpuasa.
- Ibadah yang tidak konsisten, di mana semangat hanya membara di awal minggu, lalu menurun di pertengahan bulan.
- Waktu terbuang sia-sia untuk tidur berlebihan atau bermain game karena merasa tidak ada kegiatan sambil menunggu berbuka.
Tanpa strategi yang benar, Ramadan yang seharusnya menjadi ajang “panen pahala” justru terlewati begitu saja tanpa perubahan sifat yang lebih baik.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan. Berikut adalah langkah-langkah solusinya:
1. Membersihkan Niat dan Berdoa
Persiapan pertama adalah memohon kepada Allah agar disampaikan umurnya ke bulan Ramadan dalam keadaan sehat dan iman yang kuat.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Terjemahan:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) kami kepada bulan Ramadan.” (HR. Ahmad).
Doa ini mengajarkan kita untuk rindu pada kebaikan. Dengan berdoa sejak jauh-jauh hari, hati kita akan lebih siap dan antusias menyambut Ramadan, sehingga puasa tidak terasa sebagai beban, melainkan sebagai nikmat.
2. Melatih Fisik dengan Puasa Sunnah
Agar tubuh tidak kaget, kita perlu melakukan pemanasan dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.
فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Terjemahan:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa (sunnah) selain di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Nabi SAW sangat rajin berpuasa di bulan sebelum Ramadan. Bagi kita, ini adalah solusi agar metabolisme tubuh terbiasa. Ibarat pemanasan sebelum olahraga, puasa sunnah membuat kita lebih kuat saat harus berpuasa sebulan penuh nanti.
3. Memperdalam Ilmu dan Menyiapkan Target
Ramadan harus diisi dengan ilmu agar pahalanya tidak sia-sia. Kita perlu menyiapkan rencana (checklist) ibadah.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari).
“Iman dan mengharap pahala” membutuhkan kesadaran. Kita harus tahu apa saja yang membatalkan puasa dan amalan apa yang paling disukai Allah, seperti membaca Al-Qur’an dan bersedekah.
Mempersiapkan Ramadan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari:
- Latihan Bangun Pagi: Mulailah membiasakan bangun sebelum Subuh (seperti waktu sahur) agar saat Ramadan tiba, kamu tidak mengantuk atau malas saat disuruh makan sahur oleh Ayah dan Bunda.
- Menabung untuk Sedekah: Siapkan celengan khusus Ramadan. Uang jajan yang biasanya dipakai beli permen, bisa dikumpulkan untuk diberikan kepada yang membutuhkan atau mengisi kotak amal masjid.
- Mengatur Waktu Gadget: Jika biasanya bermain HP sangat lama, mulailah dikurangi. Ganti waktu tersebut dengan membaca Iqro atau Al-Qur’an sebanyak 1-2 lembar sehari.
- Menjaga Lisan: Belajarlah untuk tidak berkata kasar atau bertengkar dengan teman. Sebab, puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan marah.
Dengan persiapan yang baik, Ramadan kita tahun ini akan menjadi Ramadan yang ceria, penuh berkah, dan membuat kita menjadi anak yang lebih disayang Allah SWT.
Penulis: Tim humas SD





